Selasa, 20 Januari 2015

Edelweis, Garut 2015

November 2014
Tak pernah terfikirkan olehku akan menikmati edelweis yang indah ini saat pertama kali menginjakkan kaki dikota Garut ini. kegagalan plan mengunjungi sang edelweis dimerbabu saat September dan Oktober 2014, masih ku simpan erat-erat dalam lubuk hati kerinduan mendalam terhadap edelweis itu setelah sang kekasih mengenalkanku bunga keabadian ini di september 2013, melihatnya tumbuh, ahh,,, indahnya ciptaanmu yang hanya tumbuh di ketinggian diatas 2000 mdpl (*kata seseorang).
akhirnya pertengahan Januari ini, dengan alasan kehabisan sampel penelitian (its true), aku membuat beberapa plan untuk menjelajah alam Kota Garut.
jadilah Papandayan Mountain menjadi salah satu dari 5 destinasi awal tujuan. sedih sebenarnya tidak dapat mengunjungi kelima destinasi Harapan. tapi itu semua hanyalah ketika sebelum pendakian tektok ini dimulai. dengan tubuhku yang besar ini, (keberatan beban pribadi), ku tekadkan hati untuk mendaki, awal mula aku hanya ingin sampai hutan mati, karena ku melihat exsotisnya hutan mati saat ku jelajah dengan mpok Google. pos demi pos terlewati, dengan hati terkadang mengeluh, karena merasa dikerjai, katanya dekat, dan landai jalurnya. setelah melihat dan merasakan sesungguhnya, rasa ingin menangis, ini terlalu jauh dan terjal... ooohhh lemaaakk,,, enyahlah kau dari tubuhku pasca pendakian ini. hahahah
sesampainya di hutan mati dan berfoto2 ria, aku ditawari untuk ketegal alun atau tidak. jawabanku saat itu mantap TIDAK. tapi ka imat meracuniku untuk kesana. melihat dari bawah tempat itu sangat tinggi,, nooo... aku tak kuat... tp setelah melihat perjalananku sampai disini, AKU KUAT, AKU SANGGUP. maka ku putuskan. OKE kita ketegal alun. melihat edelweis, awalnya aku mengira edelweisnya tak berbunga. setelah berjalan sekitar 25 menit, melewati jalur yang cukup, hemmm sangat terjal menurutku yang tak berhobi mendaki.
aaaaaaaahhhh,,,,, kesal karena merasa dikerjai sepanjang perjalanan, lelahnya kaki, nafas yang tersengal-sengal, seketika menghilang kala padang edelweis itu terlihat depn mata.
‪#‎akhirnyaa‬.
inilah harapanku kala september lalu ingin memeluk dan menciumnya. akhirnya terwujud.
‪#‎mungkin‬ bagi pendaki-pendaki ekspert atau yang sudah sering mendaki, yang kulakukan dan kutulis yang kugambarkan kebahagiaanku ini hanyalah biasa saja, atau tak berarti apa2 dibandingkan dengan pengalaman mereka, tapi ini sangat membahagiakan bagiku, karena aku menjumpainya baru 2 kali dalam 2 tahun. september 2013, januari 2015, hikss
*satu pesan dari kisahku ini, Kita tak boleh putus asa, saat kau memiliki harapan, cita-cita, kejarlah, sekuat tenaga (kayak ngejar apaan yak :v), bukan itu.... Jangan Menyerah, jangan lepaskan harapanmu. karna ketika kau berkata aku tak mampu, sebenarnya engkau mampu menggapainya. hanya saja kau harus keras pada dirimu.
                             Teruntuk‬ kekasih tercinta, Tapak Alam Bebas (Fahmi Ash Shiddieqy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar