November 2014
Tak pernah terfikirkan olehku akan menikmati edelweis yang indah ini saat pertama kali menginjakkan kaki dikota Garut ini. kegagalan plan mengunjungi sang edelweis dimerbabu saat September dan Oktober 2014, masih ku simpan erat-erat dalam lubuk hati kerinduan mendalam terhadap edelweis itu setelah sang kekasih mengenalkanku bunga keabadian ini di september 2013, melihatnya tumbuh, ahh,,, indahnya ciptaanmu yang hanya tumbuh di ketinggian diatas 2000 mdpl (*kata seseorang).
akhirnya pertengahan Januari ini, dengan alasan kehabisan sampel penelitian (its true), aku membuat beberapa plan untuk menjelajah alam Kota Garut.
jadilah Papandayan Mountain menjadi salah satu dari 5 destinasi awal tujuan. sedih sebenarnya tidak dapat mengunjungi kelima destinasi Harapan. tapi itu semua hanyalah ketika sebelum pendakian tektok ini dimulai. dengan tubuhku yang besar ini, (keberatan beban pribadi), ku tekadkan hati untuk mendaki, awal mula aku hanya ingin sampai hutan mati, karena ku melihat exsotisnya hutan mati saat ku jelajah dengan mpok Google. pos demi pos terlewati, dengan hati terkadang mengeluh, karena merasa dikerjai, katanya dekat, dan landai jalurnya. setelah melihat dan merasakan sesungguhnya, rasa ingin menangis, ini terlalu jauh dan terjal... ooohhh lemaaakk,,, enyahlah kau dari tubuhku pasca pendakian ini. hahahah
sesampainya di hutan mati dan berfoto2 ria, aku ditawari untuk ketegal alun atau tidak. jawabanku saat itu mantap TIDAK. tapi ka imat meracuniku untuk kesana. melihat dari bawah tempat itu sangat tinggi,, nooo... aku tak kuat... tp setelah melihat perjalananku sampai disini, AKU KUAT, AKU SANGGUP. maka ku putuskan. OKE kita ketegal alun. melihat edelweis, awalnya aku mengira edelweisnya tak berbunga. setelah berjalan sekitar 25 menit, melewati jalur yang cukup, hemmm sangat terjal menurutku yang tak berhobi mendaki.
aaaaaaaahhhh,,,,, kesal karena merasa dikerjai sepanjang perjalanan, lelahnya kaki, nafas yang tersengal-sengal, seketika menghilang kala padang edelweis itu terlihat depn mata.
#akhirnyaa.
inilah harapanku kala september lalu ingin memeluk dan menciumnya. akhirnya terwujud.
#mungkin bagi pendaki-pendaki ekspert atau yang sudah sering mendaki, yang kulakukan dan kutulis yang kugambarkan kebahagiaanku ini hanyalah biasa saja, atau tak berarti apa2 dibandingkan dengan pengalaman mereka, tapi ini sangat membahagiakan bagiku, karena aku menjumpainya baru 2 kali dalam 2 tahun. september 2013, januari 2015, hikss
*satu pesan dari kisahku ini, Kita tak boleh putus asa, saat kau memiliki harapan, cita-cita, kejarlah, sekuat tenaga (kayak ngejar apaan yak :v), bukan itu.... Jangan Menyerah, jangan lepaskan harapanmu. karna ketika kau berkata aku tak mampu, sebenarnya engkau mampu menggapainya. hanya saja kau harus keras pada dirimu.
Teruntuk kekasih tercinta, Tapak Alam Bebas (Fahmi Ash Shiddieqy)
Cerita Pujay...!!!
It's all about me, Puji Siswanti Binti Jasimin
Selasa, 20 Januari 2015
Selasa, 09 September 2014
Beasiswa DataPrint
pertama kali dengar mengenai Beasiswa ini tahun 2013. ketika aku mengenal seseorang bernama puji juga. sama seperti namaku. beberapa kali membeli tinta dataPrint gk kefikiran untuk daftar. karena aku termasuk anak yang gk hobi nulis. tapi, sekarang aku mau nyoba, daftar berdasarkan menggunakan kupon yang aku dapat dari pembelian kertas foto.
Berikut adalah Link tentang Pengumuman mengenai beasiswa Data Printnya. ^_^
1. peraturan beasiswa
2. peraturan mengenai essay
info lengkap klik www.beasiswadataprint.com dan www.dataprint.co.id
Sabtu, 07 Juni 2014
Itulah kenapa Makan Berdiri dilarang
Pada dasarnya makan dan minum
hendaklah dilakukan dengan duduk, santun, dan tidak tergesa-gesa. Namun
beberapa keadaan yang membuat kita banyak melakukan hal yang diluar aturan yang
telah ajarkan Rasullullah. Beberapa adab makan dan minum yang diajarkan
rosulullah diantaranya makan dengan duduk. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah S.A.W bersabda; “Sesungguhnya
beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan
makan? Beliau menjawab; “Itu kebih buruk lagi.”
(Riwayat; Muslim dan Turmidzi)
“Bersabda Nabi Muhammad S.A.W dari Abu Hurairah:”Jangan kalianminum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka
hendaknya ia muntahkan!”
(Riwayat: Muslim)
Dari hadits tersebut, kita sebagai umat manusia,
sebagai hamba Allah SWT disunnahkan mengikuti ajaran Rasulullah yaitu hendaklah
makan dengan duduk. Terbiasa karena dibiasakan, sadar atau tidak, tak jarang
kita terlalu sering makan dan minum dengan berdiri. Rasullullah mengajarkan
sesuatu tentu ada sebab akibatnya. Dengan semakin majunya teknologi dan
berkembangnya ilmu pengetahuan dan daya fikir manusia, sedikit banyak ada
akibat yang dapat ditimbulkan dari sikap dan cara makan dan minum kita. Adapun larangan
makan dan minum sambil berdiri berdasarkan hal berikut:
Secara klinikal air minum yang masuk dengan posisi
duduk akan disaring oleh sfringer. Dimana sfringer merupakan suatu muscular
yang dapat membuka (saat air kencing keluar) dan dapat menutup. Setiap air yang
diminum akan disalurkan pada pos-pos penapisan yang berada di ginjal. Sekiranya
kita minum sambil berdiri secara automatik minuman tersebut akan masuk tanpa
disaring terlebih dahulu. Sehingga minuman yang diminum tersebut akan langsung
menuju kandung air kencing dan terjadi pengendapan (sedimentasi) di sepanjang
perjalanan saluran ureter. Dikarenakan adanya endapan-endapan tersebut maka
timbullah satu penyakit kristal ginjal yang sangat berbahaya. Kristal-kristal
tersebut dapat menyumbat saluran kemih sedikit demi sedikit.
Berdasarkan kajian yang dijalankan oleh Dr. Abdul
Razzak, beliau mengatakan bahwa makan dan minum sambil duduk adalah lebih baik
untuk kesehatan, lebih aman, dan lebih puas. Dimana makanan yang kita makan
dapat melewati dinding perut secara perlahan-lahan. Namun ketika makan dan
minum dilakukan sambil berdiri maka makanan dan minuman tersebut akan langsung
jatuh dengan cepat kedasar perut dan menabrak lapisan perut. Jika hal ini
berlangsung secara terus menerus maka dapat merusak lapisan perut sehingga
makanan dan minuman sulit dicerna.
Posisi makan dan minum dengan duduk akan membuat
sistem saraf dan sistem otot menjadi tenang dan aktif serta sistem pencernaan memiliki
kemampuan yang bertambah untuk menerima makanan dan minuman dan sistem pencernaan
akan menyerap sari-sari makanan dengan baik sehingga seluruh vitamin, gizi yang
dimakan tidak terbuang sia-sia.
Prilaku makan dan minum sambil berdiri atau duduk
bukanlah dibenarkan tanpa larangan atau tanpa makruh, namun demikian makan dan
minum dengan duduk menjadi lebih afdhal dan baik karena merupakan perbuatan
yang sering dilakukan oleh rasulullah SAW.
Source: Qiblati edisi
04 tahun II. Judul: Larangan Minum sambil berdiri, Hal 16
Jumat, 03 Mei 2013
Inovasi Teknologi Dalam Pengembangan Mutu Pangan Lokal
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling
utama, karena itu pemenuhannya menjadi hak asasi setiap individu. Dalam
Undang-undang RI No. 7 tahun 1996 tentang Pangan (UU Pangan) disebutkan bahwa
pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak azasi
setiap rakyat Indonesia. Pangan tersebut dapat berasal dari bahan nabati atau
hewani dengan fungsi utama sebagai sumber zat gizi. Berdasarkan evaluasi
Susenas 2003, tingkat konsumsi pangan hewani masyarakat Indonesia baru sekitar
58% dari kebutuhan (Dirjen Bina Produksi Peternakan, 2004). Artinya, sebagian
besar masyarakat Indonesia masih bertumpu pada sumber bahan pangan nabati untuk
pemenuhan gizinya. Rendahnya konsumsi pangan hewani berdasarkan evaluasi
Susenas 2003, mengakibatkan banyaknya konstribusi kasus gizi buruk di
Indonesia.
Dewasa ini, semakin banyak program masyarakat yang
gencar untuk memajukan hasil pengolahan produk pangan lokal agar dapat bersaing
dengan produk pangan pada umumnya. Produk pangan lokal merupakan produk pangan
yang telah lama diproduksi, berkembang dan dikonsumsi di suatu daerah atau
suatu kelompok masyarakat lokal tertentu. Pada umumnya, produk pangan lokal
diolah dari bahan baku lokal, teknologi lokal, dan pengetahuan lokal pula. Di
samping itu, produk pangan lokal biasanya dikembangkan sesuai dengan preferensi
konsumen lokal pula. Sehingga produk pangan lokal ini berkaitan erat dengan
budaya lokal setempat. Karena itu, produk ini sering kali menggunakan nama
daerah, seperti gudek jogja, dodol garut, jenang kudus, beras cianjur, dan
sebagainya (Hariyadi, 2010).
Produk pangan lokal yang dihasilkan masyarakat
Indonesia bermacam-macam. Produk pangan tersebut berguna sebagai pengganti
makanan pokok (beras) masyarakat dibeberapa daerah, misal sagu di Papua, jagung
di Madura dan lain-lain. Produk pangan lokal telah berkembang di daerah masyarakat,
masing-masing memiliki kadar gizi yang mencukupi untuk ketahanan gizi
masyarakat. Sementara itu, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya
kebutuhan pangan yang bagi rumah tangga, aman, bermutu, bergizi, beragam, dan
harganya terjangkau oleh daya beli masyarakat. Dari pengertian tersebut,
sebagai hak asasi manusia, pangan harus terpenuhi tidak hanya dari aspek
kuantitatif (cukup), namun juga mencakup aspek kualitatif yang meliputi aman,
bermutu, dan bergizi.
Banyaknya keragaman pangan lokal olahan tersebut bila dikembangkan
dengan baik akan memiliki nilai ekonomi dan strategis ketahanan pangan yang
dapat diandalkan. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki setidaknya 77 bahan
makanan lokal yang mengandung karbohidrat yang hampir sama dengan nasi sehingga
bisa dijadikan substitusi ( Yuliatmoko, 2010, dalam kompas 2010).
Dalam pengembangan mutu pangan, era otonomi daerah
menuntut daerah untuk lebih kreatif dalam pengembangan daerahnya. Seiring hal
tersebut, isu ketahanan pangan menjadi salah satu tantangan terbesar yang
dihadapi di masa sekarang dan masa mendatang. Dalam konteks otonomi daerah ini,
daerah pun dituntut untuk dapat turut serta menghadapi isu ketahanan pangan
ini. Upaya peningkatan kualitas produk pangan lokal ini tentunya perlu diiringi
dengan penguatan inovasi teknologi sehingga dapat menghasilkan produk yang
lebih berdaya saing. Ada beberapa kendala dalam upaya penguatan inovasi
teknologi khususnya pangan dalam rangka mendukung pengembangan mutu produk
pangan lokal ini, antara lain adalah lemahnya interaksi yang terjadi antar
aktor (termasuk didalamnya adalah interaksi dalam rangka inovasi teknologi
untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal), rendahnya inovasi teknologi produk
pangan lokal, belum termanfaatkannya potensi internal daerah yang ada serta
potensi eksternal yang dapat digunakan sebagai sumber inovasi, serta dominannya
produk pangan dari beras dan terigu sehingga mematahkan daya saing dari produk
pangan lokal. Di sisi lain, di zaman era global
ini, tuntutan konsumen terhadap pangan terus berkembang. Dengan kata lain,
selera konsumen menjadi faktor yang sangat penting untuk diperhatikan oleh
setiap produsen. Oleh karena itu, inovasi teknologi terhadap produk pangan
lokal mutlak harus dilakukan. Di samping itu, Inovasi teknologi terhadap pangan
lokal bukan saja terhadap pengembangan aspek mutu, gizi, dan keamanan saja yang
selama ini didengungkan oleh berbagai pihak. Inovasi teknologi juga harus
menyentuh aspek preferensi konsumen, yaitu kesesuaian baik kesesuaian terhadap
selera, kebiasaan, kesukaan; kebudayaan, atau terlebih-lebih terhadap kepercayaan/agama.
Karena pada akhirnya, konsumenlah yang menentukan pilihan terhadap suatu produk
pangan tersebut dikonsumsi atau tidak, meskipun produk tersebut dinyatakan
bermutu, bergizi, dan aman untuk dikonsumsi.
Langganan:
Postingan (Atom)